Determinasi Kegagalan Penyaluran Insentif pada Program Kartu Prakerja: Peran Jumlah Penerima Program dan Insentif

Authors

  • Novia Rahma Nuzula Politeknik STIA LAN Jakarta
  • Heny Handayani Politeknik STIA LAN Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.32834/jbest.v8i1.1032

Abstract

Program Kartu Prakerja merupakan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memberikan bantuan insentif kepada masyarakat. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan kendala berupa kegagalan pembayaran insentif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penerima program dan penerima insentif terhadap kegagalan pembayaran insentif pada Program Kartu Prakerja di Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penerima program dan penerima insentif berpengaruh signifikan terhadap kegagalan pembayaran insentif. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar jumlah penerima, maka potensi kegagalan pembayaran juga meningkat akibat kompleksitas sistem dan administrasi. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah dalam meningkatkan efektivitas sistem penyaluran insentif. Kata kunci: Kartu Prakerja, kegagalan pembayaran, kebijakan publik, insentif

References

Brown, A. J. G., & Koettl, J. (2015). Active labor market programs: Employment gain or fiscal drain? IZA Journal of Labor Economics, 4(1), 1–36.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis: An integrated approach (6th ed.). Routledge.

Gelb, A., & Diofasi, A. (2020). Digital identification and the delivery of public services. Center for Global Development.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Grindle, M. S. (1980). Politics and policy implementation in the Third World. Princeton University Press.

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill.

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (2023). Program Kartu Prakerja.

Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4).

Mulyadi. (2016). Sistem akuntansi. Salemba Empat.

OECD. (2023). Digital government review: Enhancing public service delivery. OECD Publishing.

Peters, B. G., Pierre, J., & Randma-Liiv, T. (2022). Global public administration in the context of COVID-19. Public Organization Review, 22, 1–16.

Pressman, J. L., & Wildavsky, A. (1984). Implementation. University of California Press.

Setianto, & Kurniawan, P. A. (2020, February 5). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2019. BPS.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Taufiq, I., & Akhmadi, M. H. (2022a). The effectiveness of the pre-employment card program on increasing recipient productivity. Keberlanjutan : Jurnal Manajemen Dan Jurnal Akuntansi , 7(1), 37–50. https://doi.org/10.32493/keberlanjutan.v7i1.y2022.p37-50

World Bank. (2022). Social protection and jobs responses to COVID-19: A real-time review. World Bank.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Nuzula, . N. R. ., & Handayani, H. . (2026). Determinasi Kegagalan Penyaluran Insentif pada Program Kartu Prakerja: Peran Jumlah Penerima Program dan Insentif. Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship, 8(1), 39–48. https://doi.org/10.32834/jbest.v8i1.1032

Issue

Section

Articles