https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/issue/feed Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship 2023-12-11T11:49:04+07:00 Muhammad Rizki muhammadrizki@stialan.ac.id Open Journal Systems <p>JBEST (Journal of Business Administration Economics &amp; Entrepreneurship) is a scientific journal published by National Institute of Public Administration/NIPA School of Administration (Polytechnic STIA LAN Jakarta). This multidisciplinary journal, with registered number ISSN (online): <a title="ISSN LIPI" href="http://u.lipi.go.id/1574927094" target="_blank" rel="noopener">2721-1479</a>, focuses on common problems or issues related to administrative sciences, not only at national level but also worldwide. JBEST covers various topics and studies e.g. economic and business policy, international business, creative and innovative economy, e-commerce, finance and financial services and other relevant issues.</p> <p>JBEST publishes issues twice a year within two terms; April and October.</p> <p>JBEST is published to mainly support open data and open science movement. We, the editorial team aim to get actively involved in the development of open access era.</p> https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/706 COVER 2023-12-11T11:20:14+07:00 JBEST JBEST jurnalgoodgovernance@gmail.com <p>COVER</p> 2023-12-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/707 Pengelolaan Aset Daerah Berupa Tanah Dan Bangunan Sebagai Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kota Depok 2023-12-11T11:24:10+07:00 Feijar Feijar feijarvhay@yahoo.co.id Budi Priyono budipriyono@stialan.ac.id <p>Pengelolaan aset daerah yang baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah sebagai sumber pembiayaan daerah.&nbsp; Sebaliknya dengan aset daerah yang tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan optimal, maka akan memboroskan keuangan daerah, yaitu sering ditemukannya masalah pemeliharaan aset daerah yang tidak sebanding dengan keuntungan atau manfaat yang dapat dihasilkan dari keberadaan aset daerah tersebut. Penelitian ini mengguanan metode kualitatif deskriftif, dan bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Aset Daerah berupa Tanah dan Bangunan Sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kebijakan Pemerintah Kota Depok yang ditetapkan, sudah sesuai dengan melihat kondisi pengelolaan aset daerah saat ini.&nbsp; Tetapi, pada Penggunaan aset Pemerintah Kota Depok oleh masyarakat masih kurangnya tindakan-tindakan yang tegas terhadap masyarakat yang tidak patuh dalam penggunaan aset daerah, dan pada Pengelolaan Aset Daerah terkait Pemanfaatan aset daerah berupa tanah dan bangunan milik Pemerintah Kota Depok yang diperoleh dari Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utility (PSU) perumahan akan dilaksanakannya <em>cheking on the spot</em> terhadap seluruh aset daerah berupa tanah dan bangunan secara berkelanjutan dan adanya komitmen, sinergitas dan dukungan serta menjaga hubungan dengan seluruh steakholder internal dan eksternal, sehingga terwujud pengelolaan aset yang tertib sesuai peraturan yang berlaku, agar terciptanya potensi Pemanfatan berupa Sewa tanah dan bangunan milik Pemerintah Kota Depok yang optimal sebagai Pendapatan Asli Daerah. Pemanfatan pada bentuk Sewa aset daerah sebagai Sumber Pendapatan Daerah agar dimanfaatkan secara optimal dengan menganut prinsip komersial.</p> <p><strong>Kata kunci:&nbsp;&nbsp; </strong>Pengelolaan; Aset Daerah; Pendapatan Asli Daerah</p> 2023-12-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/708 Implementasi Pemungutan PPN Perdagangan Melalui Sistem Elektronik pada Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing 2023-12-11T11:28:51+07:00 Ade Setiawan adesetiawan@gmail.com Nurmita Sari nurmitasari@stialan.ac.id <p><em>Internet penetration in Indonesia makes the digital economy rapidly developed, and this progress makes a significant change in people's consumption pattern to be a contactless. This consumption pattern enable them to purchase digital services from abroad. The Directorate General of Taxes as the tax authority in Indonesia must be able to take advantage of this momentum to increase state revenue through expanding the tax base through the collection of Value Added Tax (VAT) in Trade through Electronic Systems (PMSE) on Intangible Taxable Goods and Services originating from abroad. The purpose of this study is to understand how the Implementation of PMSE VAT Collection at Permanent Establishment and Expatriates Tax Office, The researcher use Descriptive Qualitative and data collection techniques through Interviews and Documents Review Methods. Based on research conducted, the results of the Implementation of PMSE VAT Collection at Permanent Establishment and Expatriates Tax Office as follows are the implementation of PMSE VAT Collection starting from appointment as VAT Collector to depositing the VAT collection has been running well according to the 3 rules that govern it : Peraturan Menteri Keuangan No 48/PMK.03/2020 as amended by Peraturan Menteri Keuangan No 60/PMK.03/2022, Peraturan Jenderal Pajak No PER-12/PJ/2020 and also the Implementation Instructions contained in the Circular Letter of the Director General of Taxes number SE-44/PJ/2020. The implementation of PMSE VAT collection on tax revenues at KPP Badan dan Orang Asing conducted PMSE VAT collection plays a major role in revenue from KPP Corporate and Foreign Persons. This can be seen from the percentage of the role of VAT PMSE collection on revenue from KPP Badan dan Orang Asing. which continues to increase from 18.88% at the beginning of the PMSE VAT collection regulations being implemented in 2020, to 49.45% in 2021 and again increasing in 2022 to 54.79% of the total KPP revenues of Foreign Entities and Persons</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>Value Added Tax (VAT) in Trade through Electronic Systems (PMSE)</em><em>, </em><em>Electronic Transaction, Foreign Enterprise and Individual Tax Office Directorate General of Taxes </em></p> 2023-12-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/709 Pengaruh Ketersediaan Informasi KRL Access dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan KRL Commuter Line di Jabodetabek 2023-12-11T11:34:43+07:00 Donna Azzahra donnaazzh@gmail.com Budi Priyono budipriyono@stialan.ac.id <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketersediaan informasi dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan KRL Commuter Line di Jabodetabek. Peneliti memutuskan untuk menggunakan KRL Commuter Line sebagai bahan penelitian disebabkan KRL Commuter Line merupakan salah satu transportasi yang digunakan dalam melakukan commuting. Tidak hanya itu, penulispun melihat masih banyak hal yang perlu diperbaiki oleh perusahaan dalam segi kualitas sarana maupun prasarana, salah satunya yaitu eskalator yang terkadang tidak dapat digunakan dan kegagalan pada saat memasuki aplikasi KRL Access. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Selain itu, peneliti melakukan penyebaran kuesioner untuk mencari data yang dibutuhkan, penyebaran kuesioner dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dengan menyebarkan link gform pada sosial media dan mencari responden sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna KRL Commuter Line sedangkan sampel yang digunakan ialah pengguna KRL Commuter Line di Jabodetabek dengan jumlah sampel 105 responden. Analisis pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang ada pada penelitian yaitu Ketersediaan Informasi berpengaruh secara positif terhadap Kepuasan Pelanggan, Kualitas Pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Kepuasan Pelanggan, dan yang terakhir Ketersediaan Informasi dan Kualitas Pelayanan secara bersama-sama memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan.<br><strong>Kata Kunci:</strong> ketersediaan informasi; kualitas pelayanan; kepuasan pelanggan</p> 2023-12-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/710 Strategi Pemasaran Wisma Handayani 2023-12-11T11:37:17+07:00 Intan Remanicka intanremanicka@gmail.com Adriwati Adriwati aadriwati@gmail.com <p>Pemanfaatan Wisma Handayani sebagai barang milik negara yang dapat disewakan kepada masyarakat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan penerimaan negara bukan pajak. Namun, tingkat hunian kamar di Wisma Handayani masih rendah jika dibandingkan dengan hotel bintang di sekitarnya. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah perlu mengoptimalkan strategi pemasaran untuk meningkatkan hunian kamar Wisma Handayani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Strategi Pemasaran Wisma Handayani Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik studi kasus dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penelaahan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh Wisma Handayani masih belum cukup baik. Salah satu aspek yang perlu dikembangkan adalah aspek promosi. Aktivitas pemasaran yang minim, hanya menggunakan brosur, menyebabkan terbatasnya informasi tentang Wisma Handayani dan rendahnya kesadaran masyarakat tentang keberadaannya. Oleh karena itu, disarankan untuk merekrut petugas pemasaran dan memanfaatkan media sosial dalam melakukan promosi. Selain itu, aspek price khususnya metode pembayaran juga perlu diperbarui. Metode pembayaran yang belum mengikuti perkembangan zaman menjadi salah satu kekurangan yang perlu diperhatikan. Disarankan untuk menyediakan metode pembayaran yang lebih beragam, seperti QRIS dari dompet digital selain DANA. Dalam hal produk, Wisma Handayani telah memenuhi ekspektasi pelanggan dengan rating bintang 4,5 dari 5 berdasarkan ulasan Google. Namun, aspek place atau saluran distribusi masih memiliki kekurangan. Dalam penelitian ini, ditemukan beberapa kekurangan dari saluran distribusi langsung yang diterapkan oleh Wisma Handayani. Dalam rangka meningkatkan hunian kamar Wisma Handayani, perlu melakukan perbaikan pada aspek-aspek yang telah disebutkan di atas. Dengan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan optimal, diharapkan Wisma Handayani dapat meningkatkan penerimaan negara bukan pajak dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi negara.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran, Wisma Handayani</p> 2023-12-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/711 Analisis Pemanfaatan Media Sosial Instagram Terhadap Respons Masyarakat Pengguna Layanan Informasi Direktorat Jenderal Pajak 2023-12-11T11:42:31+07:00 Anita Anita anita@stialan.ac.id Ade Harsyeno harsyenoade@gmail.com <p>Kebijakan dan peraturan terkait perpajakan di Indonesia bersifat dinamis yang dapat berubah mengikuti perkembangan perekonomian dunia. Salah satu perkembangan teknologi yang tengah ramai digunakan masyarakat adalah media sosial. Media sosial menjadi solusi penyampaian informasi yang efektif dan efisien pada saat ini. Selain mudah dijangkau oleh masyarakat, media sosial dapat menjadi sarana komunikasi yang menyenangkan. Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi pemerintah yang bertugas menyusun kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan memanfaatkan media sosial Instagram sebagai salah satu kanal penyedia layanan informasi tentang perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan media sosial Instagram @ditjenpajakri terhadap respons masyarakat pengguna layanan informasi Direktorat Jenderal Pajak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Penelitian Kuantitatif. Penelitian menggunakan Teori 4C (Context, Communication, Collaboration, Connection) untuk mengukur media sosial sebagai variabel bebas. Hasilnya indikator&nbsp; communication memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan indikator lain. Sedangkan untuk mengukur respons masyarakat pengguna layanan informasi Direktorat Jenderal Pajak menggunakan Konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Hasil menunjukan bahwa indikator&nbsp; desire memiliki nilai paling rendah dibanding dengan indikator lainnya. Direktorat Jenderal Pajak melalui akun Instagramnya yaitu @ditjenpajakri melakukan sebuah komunikasi dengan wajib pajak dalam memberikan informasi terkait kewajiban maupun informasi pajak lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, pemanfaatan media sosial Instagram @ditjenpajakri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap respons masyarakat pengguna&nbsp; layanan informasi Direktorat Jenderal Pajak.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : media sosial, respons masyarakat, pajak</p> 2023-12-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023