Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship
https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest
<div style="position: absolute; left: -20914565266523px; top: 0px;"><a href="https://www.rhythmsofbharatnatyam.com/blog">Rajalangit</a></div> <p>JBEST (Journal of Business Administration Economics & Entrepreneurship) is a scientific journal published by National Institute of Public... Administration/NIPA “ School of Administration (Polytechnic STIA LAN Jakarta). This multidisciplinary journal, with registered number ISSN (online): <a title="ISSN LIPI" href="http://u.lipi.go.id/1574927094" target="_blank" rel="noopener">2721-1479</a>, focuses on common problems or issues related to administrative sciences, not only at national level but also worldwide. JBEST covers various topics and studies e.g. economic and business policy, international business, creative and innovative economy, e-commerce, finance and financial services and other relevant issues.</p> <p>JBEST publishes issues twice a year within two terms; April and October.</p> <p>JBEST is published to mainly support open data and open science movement. We, the editorial team aim to get actively involved in the development of open access era.</p>Politeknik STIA LAN Jakartaen-USJournal of Business Administration Economics & Entrepreneurship2721-1479<p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <ol> <li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li> <li>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.</li> </ol> <p> </p> <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br />JBEST is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.</p>Cover dan Daftar Isi
https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/1027
<p>Cover dan Daftar Isi</p>JBEST
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-302026-04-30Perlindungan Dana Simpanan Nasabah Bank Digital
https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/1028
<p>Pertumbuhan bank digital dapat memicu perubahan dalam struktur industri keuangan yang ada. Dengan potensi mengurangi peran lembaga keuangan tradisional, bank digital dapat membawa inovasi dan efisiensi yang lebih besar dalam layanan keuangan, namun juga memunculkan risiko terkait stabilitas sistem keuangan sehingga perlunya adanya pengawasan yang ketat terhadap bunga simpanan bank digital. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan dana simpanan nasabah bank. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi pustaka dengan menggunakan data sekunder dari literasi yang terpercaya. Hasil penelitian menunjukan belum adanya UU maupun peraturan yang membahas secara spesifik mengenai bank digital, pengaturan oleh OJK yang ada tidaklah memadai sebagai landasan hukum maupun kerja dari penyelenggaraan sistem bank digital. Ditambah lagi tingkat suku bunga simpanan yang relatif tinggi ditawarkan oleh bank digital untuk nasabah berarti memiliki resiko yang tinggi juga dan membuat persaingan semakin kentara. Meskipun bank digital menjadi peserta penjaminan LPS, tingginya bunga deposito yang ditawarkan bank digital melampaui Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang ditetapkan LPS. Hal ini berarti saat bank digital yang terdaftar di LPS akan dilikuidasi, maka nasabah tidak dapat melakukan klaim terhadap uang simpanan yang berada di bank digital. Perlunya kolaborasi antar regulator (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan) dalam membuat kebijakan khusus mengenai penjaminan tingkat suku bank digital karena sistem yang berbeda dengan bank konvensional maupun lembaga keuangan lainya.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Bank Digital, Dana Simpanan, Perlindungan Nasabah, Lembaga Penjamin Simpanan</p>Budi Priyono
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-302026-04-3011410.32834/jbest.v8i1.1028Keseimbangan Eksplorasi dan Eksploitasi dalam Transformasi Digital: Strategi, Tantangan, dan Dampaknya pada Adaptasi Bisnis Global
https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/1029
<p>Di era disrupsi digital yang semakin intensif, perusahaan dituntut untuk tidak hanya mengadopsi teknologi baru, tetapi juga mampu menyeimbangkan antara eksplorasi inovasi digital dan eksploitasi strategi yang telah terbukti berhasil. Ketidakmampuan dalam mengelola keseimbangan ini menjadi salah satu penyebab utama kegagalan inisiatif transformasi digital di tingkat global. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana perusahaan menyeimbangkan eksplorasi strategi digital baru dan eksploitasi strategi yang sudah ada, serta dampaknya terhadap kemampuan adaptasi di pasar global yang dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan <em>systematic literature review</em> terhadap 20 artikel ilmiah terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2020–2024. Seleksi literatur dilakukan melalui aplikasi <em>Publish or Perish</em> dengan menggunakan kata kunci "Strategic Business", "Artificial Intelligence", dan "Internet of Things". Sintesis dilakukan secara naratif dan tematis berdasarkan tiga dimensi utama: strategi, tantangan, dan dampak transformasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan antara eksplorasi dan eksploitasi yang diwujudkan melalui ambidekstrilitas organisasi, berkontribusi positif terhadap kemampuan adaptasi, inovasi, dan daya saing perusahaan. Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), <em>Internet of Things</em> (IoT), dan <em>blockchain</em> terbukti berperan strategis dalam mendukung transformasi tersebut. Namun demikian, tantangan berupa defisit keterampilan digital, resistensi terhadap perubahan, serta keterbatasan sumber daya, khususnya di negara berkembang, masih menjadi hambatan signifikan. Studi kasus pada BRI, Telkom Indonesia, dan Gojek memperkuat argumen bahwa kepemimpinan adaptif dan budaya organisasi yang inovatif menjadi prasyarat keberhasilan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya perusahaan membangun strategi transformasi digital yang holistik, berinvestasi pada pengembangan kapasitas SDM digital, dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem bisnis. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengkaji dinamika eksplorasi–eksploitasi di berbagai sektor industri dan konteks geografis yang lebih beragam.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> transformasi digital, inovasi teknologi, strategi bisnis, eksplorasi, eksploitasi, adaptasi bisnis global</p>Muhammad Rizki
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-302026-04-30152810.32834/jbest.v8i1.1029Analisis Strategi Bisnis Zenius Pasca Penutupan Sementara melalui TOWS dan IE Matrix
https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/1030
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemulihan bisnis PT Zenius Education setelah penutupan sementara operasional pada awal tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, berdasarkan data sekunder seperti artikel berita, laporan industri, dan publikasi resmi perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka SWOT, TOWS, dan IE Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zenius memiliki kekuatan internal yang solid, seperti brand awareness yang tinggi dan platform teknologi yang matang, namun juga menghadapi kelemahan signifikan, seperti tingginya biaya operasional dan strategi monetisasi yang belum optimal. Peluang dari pertumbuhan industri edtech dan potensi kolaborasi B2B dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi pasar. Berdasarkan IE Matrix, Zenius berada pada Kuadran V yang menunjukkan strategi “Hold and Maintain”. Oleh karena itu, strategi yang disarankan adalah memanfaatkan kekuatan yang ada, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengembangkan layanan baru secara selektif untuk mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Edtech, IE Matrix, Strategi Pemulihan, TOWS Matrix, Zenius.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemulihan bisnis PT Zenius Education setelah penutupan sementara operasional pada awal tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, berdasarkan data sekunder seperti artikel berita, laporan industri, dan publikasi resmi perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka SWOT, TOWS, dan IE Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zenius memiliki kekuatan internal yang solid, seperti brand awareness yang tinggi dan platform teknologi yang matang, namun juga menghadapi kelemahan signifikan, seperti tingginya biaya operasional dan strategi monetisasi yang belum optimal. Peluang dari pertumbuhan industri edtech dan potensi kolaborasi B2B dapat dimanfaatkan untuk memperkuat posisi pasar. Berdasarkan IE Matrix, Zenius berada pada Kuadran V yang menunjukkan strategi “Hold and Maintain”. Oleh karena itu, strategi yang disarankan adalah memanfaatkan kekuatan yang ada, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengembangkan layanan baru secara selektif untuk mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Edtech, IE Matrix, Strategi Pemulihan, TOWS Matrix, Zenius.</p>Pramesti WulandariKeisha Dinya Solihati
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-302026-04-30293810.32834/jbest.v8i1.1030Determinasi Kegagalan Penyaluran Insentif pada Program Kartu Prakerja: Peran Jumlah Penerima Program dan Insentif
https://jurnal.stialan.ac.id/index.php/jbest/article/view/1032
<p>Program Kartu Prakerja merupakan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memberikan bantuan insentif kepada masyarakat. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan kendala berupa kegagalan pembayaran insentif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penerima program dan penerima insentif terhadap kegagalan pembayaran insentif pada Program Kartu Prakerja di Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penerima program dan penerima insentif berpengaruh signifikan terhadap kegagalan pembayaran insentif. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar jumlah penerima, maka potensi kegagalan pembayaran juga meningkat akibat kompleksitas sistem dan administrasi. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah dalam meningkatkan efektivitas sistem penyaluran insentif.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Kartu Prakerja, kegagalan pembayaran, kebijakan publik, insentif</p> Novia Rahma NuzulaHeny Handayani
Copyright (c) 2026
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-04-302026-04-30394710.32834/jbest.v8i1.1032