Collaborative Governance Model Dalam Membangun Sustainable Integrated Ecoturism di LMDH Puncak Lestari Cisarua Kabupaten Bogor

Main Article Content

Hamka Hamka
Yussi Nadia
Heli Supardi
Fajrin Namora
Fiska Devi Jiasti

Abstract

Tantangan pengembangan ekowisata berkelanjutan adalah bagaimana melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan pariwisata dengan menjaga keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Persoalan ditemukan di lapangan yaitu orientasi pengelolaan yang lebih mengutamakan aspek ekonomi tanpa memperhatikan dampak sosial budaya dan kelestarian lingkungan. Selain itu, seluruh pihak terkait dalam pengelolaan ekowisata belum terlibat secara penuh untuk mewujudkan ekowisata secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menilai pengelolaan Sustainable Integrated Ecotourism berbasis collaborative governance di kawasan ekowisata LMDH Puncak Lestari Bogor. Peneliti berupaya melihat kolaborasi dan peran para stakeholder dalam kerjasama sehingga membentuk sebuah kolaborasi dalam pengembangan ekowisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menjunjukan bahwa pada masa pandemik Covid-19 pemerintah tidak lagi menjadi pihak yang mendominasi pengelolaan ekowisata. Dalam pengembangan ekowisata, pemerintah telah melibatkan sektor swasta/bisnis, akademisi, media dan mendorong partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan. Masing-masing stakeholder memiliki peran kunci dalam pengelolaan ecowisata. Untuk meningkatkan pelaksanaan collaborative governance dibutuhkan komunikasi yang efektif guna memudahkan para stakeholder melakukan interkasi sehingga dapat mengoptimalkan perannya dalam pengembangan ekowisata wisata berkelnajutan di LMDH Puncak Lestari Bogor.Kata Kunci: tata kelola kolaboratif, pemangku kepentingan, berkelanjutan, ekowisata.

Article Details

Section
Articles

References

Ansell, Chris, & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18, University of California, Berkeley, 2018. Collaborative Governance in Theory and Practice.

Basuki, Johanes. 2018. Adminsitrasi Publik: Telaah Teoritis dan Empiris.

Dwiyanto, Agus. 2015. Manajemen Pelayanan Publik: Peduli Inklusif dan Kolaborasi

Eko Priyo Purnomo, Rizal Ramdani, Rendra Setyadiharja, Ady Muzwardi, LP3M, UMY. Collaborative Governance dalam Tata Kelola Hutan Berbasis Masyarakat.

Islamy, La Ode Syaiful. 2018. Collaborative Governance Konsep Dan Aplikasi

Koebele, Elizabeth A. Political Science Departement, University of Nevada Reno, USA. Integrating Collaborative Governance Theory with The Advocacy Coalition, 2018.

Koeswara, Hendri, dkk. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas. Collaborative governance dalam kebijakan sertifikasi produksi pangan industri rumah tangga kopi bubuk koto tuo kabupaten tanah datar.

Zadek, Simon, and Emerald Insight journal Int, 2008. Global Collaborative Governance: there is no alternative, 2008.

Zaenuri, M. 2017. Tata Kelola Pariwisata-Bencana Dalam Perspektif Collaborative Governance Studi Pariwisata-Bencanavolcano Tour Merapi Di Kabupaten Sleman.