Main Article Content

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penguatan kemitraan riset dan inovasi internasional, dengan mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada. BRIN, yang telah berusia empat tahun, memandang peran dan dukungan mitra luar negeri sangat penting dalam aktivitas pengembangannya, yang bertujuan memanfaatkan penelitian dan inovasi untuk mewujudkan Indonesia maju. Dengan menggunakan metode studi literatur untuk menggambarkan karakter dan konsep kemitraan internasional yang diterapkan guna meningkatkan produktivitas dan daya saing, selaras dengan arah pembangunan berkelanjutan. Penulis menganalisis perkembangan aktivitas kemitraan luar negeri BRIN berdasarkan pengalaman dalam menangani masalah, yang kemudian menghasilkan perbaikan, peningkatan, dan penguatan program. Data diolah secara kualitatif berdasarkan sumber-sumber jurnal terdahulu dan publikasi ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak kemajuan dalam peran BRIN untuk memperkuat kemitraan internasional dalam rentang waktu empat tahun. Setelah beberapa lembaga penelitian bergabung menjadi BRIN, terjadi penyesuaian signifikan, termasuk revisi dokumen dan penyesuaian payung hukum kerja sama internasional. Peran BRIN menjadi krusial dalam menyusun aturan dan petunjuk pelaksanaan untuk mengatasi permasalahan yang muncul selama realisasi kemitraan luar negeri yang kurang lancar sebelumnya. BRIN mengarahkan kemitraan internasional di bidang penelitian dan pengembangan agar lebih fokus pada riset dan inovasi. BRIN berperan sebagai koordinator dan fasilitator untuk para peneliti dalam meningkatkan kemitraan global, terutama mengingat rendahnya kolaborasi penelitian Indonesia dengan badan penelitian global sebelumnya. Arah kemitraan yang didorong BRIN mencakup riset dan publikasi bersama, pengembangan kapasitas, berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta bantuan teknis. Strategi yang diusulkan BRIN untuk memperkuat kerja sama antara lain identifikasi bentuk kerja sama (seperti hibah atau bantuan teknis) dan koordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait mekanisme hibah luar negeri.
Kata Kunci: Kemitraan, Kolaborasi, Internasional.

Article Details

References

  1. Asropi., Silitonga, Mala Sondang., and Indriyani, Dian. 2022. How can I Connect? the Link between Flexible Work Arrangements and Inter-organizational Networks (Case Study: Indonesian Civil Service). Jurnal Borneo Administrator, 18 (1), 1-16.
  2. Emerson, K., Nabatchi, T., Balogh, S. 2012. An Integrative Framework for Collaborative Governance. Journal of Public Administration Research and Theory, Volume 22, Issue 1.
  3. Safitri, A., Anwar, R., Winoto, Y., Damayani, N., Kundandar. 2025. A Bibliometric Analysis of Cross-Cultural Communication on Digital Platforms: Mapping Collaboration, Citations, and Research Themes. Nyimak: Journal of Communication. Vol 9, No 1.
  4. Schöttle, A., Haghsheno, S. & Gehbauer, F. 2014. Defining Cooperation and Collaboration in the Context of Lean Construction. 22nd Annual Conference of the International Group for Lean Construction. pp. 1269–1280.
  5. Karunia, R.L. dkk. 2024. Digital Collaboration Models for Empowering SMEs: Enhancing Public Organization Performance. Emerging Science Journal. Vol 8, No 4: August
  6. Karunia, R. L., Darmawansyah, D., Dewi, K. S., & Hendri Prasetyo, J. (2023). The Importance of Good Governance in the Government Organization. HighTech and Innovation Journal, 4(1), 77.
  7. Singarimbun, Effendi, (1995), “Metode Penelitian Survey”, Jakarta: Balai Pustaka.