Main Article Content

Abstract

Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan berkelanjutan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola Program KRL di KRL Keribo Bersatu RW 19 berdasarkan tujuh prinsip Good Environmental Governance (GEG) menurut Belbase (2010), yaitu Aturan Hukum, Partisipasi dan Representasi, Akses terhadap Informasi, Transparansi dan Akuntabilitas, Desentralisasi, Lembaga dan Institusi, serta Akses terhadap Keadilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan analisis model interaktif Miles dan Huberman. Analisis mencakup empat aspek kegiatan KRL, yaitu Pengendalian Kekeringan, Banjir, dan Longsor melalui Penghijauan, Pengelolaan Sampah, dan Pembuatan Biopori; Penyediaan Bank Sampah dan Kreasi Daur Ulang; Penyediaan Tanaman Vertikultur dengan memanfaatkan Lahan Pekarangan Rumah demi Terciptanya Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL); serta Edukasi Lingkungan Kepada Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip Aturan Hukum, Partisipasi dan Representasi, Akses terhadap Informasi, serta Lembaga dan Institusi lebih terlihat dalam pelaksanaan program dibandingkan prinsip Transparansi dan Akuntabilitas yang masih menghadapi keterbatasan dalam penyusunan SOP, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Desentralisasi masih berupa pembagian tugas operasional, sedangkan mekanisme pengaduan bersifat informal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, sistem administrasi dan pelaporan, serta evaluasi berbasis indikator kinerja untuk mendukung keberlanjutan program.

Keywords

Good Environmental Governance Kampung Ramah Lingkungan KRL Keribo Bersatu

Article Details

References

  1. Addahlawi, H. A., Mustaghfiroh, U., Ni’mah, L. K., Sundusiyah, A., & Hidayatullah, A. F. (2020). Implementasi prinsip good environmental governance dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 8(2), 106–118. [https://doi.org/10.21009/jgg.082.04]
  2. Afinnas, M. A. A. (2023). Problematika ketidakadilan lingkungan dalam pengelolaan wilayah pesisir di Indonesia. Mimbar Hukum, 35(1), 1–28. [https://doi.org/10.22146/mh.v35i1.6005]
  3. Al Fariz, R. D. A., Muis, R., Anggraini, N., Rachman, I., & Matsumoto, T. (2024). Good environmental governance roles in sustainable solid waste management in Indonesia: A review. Journal of Community Based Environmental Engineering and Management, 8(1), 45–56. [https://doi.org/10.23969/jcbeem.v8i1.12035]
  4. Asian-African Legal Consultative Organization. (2023). Sixty-first annual session report: Triple planetary crisis and international environmental governance.
  5. Belbase, N. (2010). Environmental good governance in the future constitution of Nepal. IUCN Nepal.
  6. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor. (2025a). Buku pedoman Kampung Ramah Lingkungan (KRL).
  7. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor. (2025b). Data jumlah timbulan sampah menurut kecamatan Kabupaten Bogor tahun 2022–2024.
  8. Fithriyyah, M. U., Ramadhiyanti, T., Yuniningsih, T., & Hongwiset, S. (2025). The implementation of good environmental governance in waste management. Jurnal Ilmu Sosial, 23(2), 14–25. [https://doi.org/10.14710/jis.23.2.2024.14-25]
  9. Haque, M. N., & Sharifi, A. (2024). Justice in access to urban ecosystem services: A critical review of the literature. Ecosystem Services, 67, Article 101617. [https://doi.org/10.1016/j.ecoser.2024.101617]
  10. Hossain, N., Joshi, A., & Pande, S. (2024). The politics of complaint: A review of the literature on grievance redress mechanisms in the Global South. Policy Studies, 45(2), 139–158. [https://doi.org/10.1080/01442872.2023.2193387]
  11. Hudaya, M. R., & Dewi, T. P. (2021). Collaborative governance dalam implementasi Program Kampung Iklim di Kelurahan Talangbubuk, Kecamatan Plaju, Kota Palembang. Komunitas, 12(1), 1–10. [https://doi.org/10.20414/komunitas.v12i1.3355]
  12. Instruksi Bupati Bogor Nomor 660/362-DLH Tahun 2018 tentang Instruksi Pembentukan Kampung Ramah Lingkungan di Kabupaten Bogor. (2018).
  13. Muallidin, I. (2026). Ecological institutional failure in local governments: Rethinking environmental governance in decentralized Indonesia. Environmental Policy and Governance, 36(5), 1151–1165. [https://doi.org/10.1002/eet.70106]
  14. Naldi, A., Herdiansyah, H., & Putri, L. G. S. (2021). Good governance role for a sustainable solid waste management in rural community. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 819(1), Article 012033. [https://doi.org/10.1088/1755-1315/819/1/012033]
  15. Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Nomor P.4/PPI/API/PPI.0/3/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Proklim. (2021).
  16. Purniawati, P., Kasana, N., & Rodiyah, R. (2020). Good environmental governance in Indonesia (perspective of environmental protection and management). The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education, 2(1), 43–56. [https://doi.org/10.15294/ijicle.v2i1.37328]
  17. Renaldi, I., & Frinaldi, A. (2022). Pengelolaan daerah aliran sungai berbasis good environmental governance. Jurnal Bina Praja, 14(2), 225–237. [https://doi.org/10.21787/jbp.14.2022.225-237]
  18. Sagita, G. D., & Budi, E. R. (2024). Regional rights, environmental wrongs: Unpacking the paradox of autonomy in Indonesia’s environmental governance. Indonesian Journal of Environmental Law and Sustainable Development, 3(1), 191–228. [https://doi.org/10.15294/ijel.v3i1.78890]
  19. Salsabila, L., Purnomo, E. P., & Jovita, H. D. (2021). The importance of public participation in sustainable solid waste management. Journal of Governance and Public Policy, 8(2), 106–123. [https://doi.org/10.18196/jgpp.v8i2.11519]
  20. Salsabilla, D., & Frinaldi, A. (2026). Community participation in the Climate Village Programme based on good environmental governance. Jurnal Kebijakan Publik, 17(2). [https://doi.org/10.31258/jkp.v17i2.9021]
  21. Sarofah, R., Nurohman, T., Ramdhani, H., & Firmadi, S. (2025). Bridging environmental justice and policy: A collaborative waste management approach in local level. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1566(1), Article 012028. [https://doi.org/10.1088/1755-1315/1566/1/012028]
  22. Silva, Y., Amanda, R., & Pane, R. P. (2026). Analyzing inclusive governance gaps in ProKlim implementation: Evidence from Tobek Godang Village. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA, 14(1), 231–244. [https://doi.org/10.31289/jppuma.v14i1.17630]
  23. Sofyani, H., Pratolo, S., & Saleh, Z. (2022). Do accountability and transparency promote community trust? Evidence from village government in Indonesia. Journal of Accounting & Organizational Change, 18(3), 397–418. [https://doi.org/10.1108/JAOC-06-2020-0070]
  24. Syamsiyah, N., Sadeli, A. H., Saidah, Z., Noor, T. I., & Widiyanesti, S. (2025). Community participation in the development of sustainable, environmentally conscious villages in the Cirasea sub-watershed, Indonesia. Sustainability, 17(11), Article 4871. [https://doi.org/10.3390/su17114871]